Sejuta Ilmu
Sabtu, 10 Januari 2015
Tugas Profesi Kependidikan
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Profesi Kependidikan
Disusun oleh
Nama :Diyah Fatmasari
Npm :13327003
Kelas :1A
Dosen pengampu :Dr.Nur Miyono M.Pd.
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2013/2014
Tugas 1 dan indikator kompetensi guru
Berdasarkan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini (tawuran antar pelajar)
1.apa yang seharusnya anda lakukan untuk menyelesaikannya persoalan tersebut.
2.strategi/konsep apa yang anda lakukan.
3.sikap mental dan kualitas mental seperti apa untuk menjawab fenomena tersebut.
4.tantangan dan dinamika sebagai guru dimasa datang
Menjelaskan tentang :
-kompetensi pribadi
-kompetensi pedagogi
-kompetensi profesional
-kompetensi sosial
Jawab:
1. Melakukan pendekatan kepada murid-murid yang melakukan tawuran sehingga mereka bisa bercerita tentang masalah penyebab tawuran tersebut sehingga kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan.Sebagai pendidik kita jangan hanya bisa menyalahkan mereka karna tinggah laku mereka yang melanggar norma-norma yang berlaku tetapi kita sebagai pendidik harus bisa mengerti mereka mencari solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi sehingga mereka bisa merasa nyaman dan bisa saling terbuka.Kita juga sebagai pendidik harus melakukan hal-hal seperti berikut:Memasukan kembali mata pelajaran budi pekerti yang selaras dengan norma-norma agama dari sekolah dasar sampai sekolah menengah umum / khusus,meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler,memberdayakan guru bimbingan penyuluhan / bimbingan konseling dan lembaga konseling lainnya,meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah terjadinya tawuran sebagai bagian dari pencegahan kekerasan di masyarakat,pengawasan ketat media yang menyajikan adegan kekerasan,meningkatkan keamanan terpadu antara sekolah, kepolisian dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tawuran anak sekolah,mengadakan dialog interaktif antara siswa, guru dan orang tua serta pemerintah,sosialisasi bahaya tawuran kepada siswa, guru orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat melalui tatap muka, media cetak dan media elektronik,mengusulkan kepada pemda agar menyediakan transportasi khusus anak sekolah,dan melakukan kajian ilmiah / penelitian terjadinya tawuran.
2.Bersahabat dengan siswa,menciptakan kondisi sekolah yang nyaman,memberikan keleluasan siswa mengekpresikan diri pada kegiatan ekstrkurikuler,menyediakan sarana dan prasarana bermain serta olahraga,meningkatkan peran dan pemberdadayaan guru bp,meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas,meningkatkan kerjasama dengan orang tua guru, sekolah lain,meningkatkan keamanan terpadu sekolah, bekerja sama dengan kepolisian setempat,mewaspadai adanya provokator,mengadakan kompetisi sehat seni budaya dan olah raga antar sekolah,mengadakan class meeting melalui kompetisi sehat seni-budaya dan olah raga inter dan antar sekolah pada saat selesai ujian dan menjelang penerimaan rapor,menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang keperibadiannya secara sehat spiritual, mental, fisik, sosial. Mengadakan kegiatan tambahan di sekolah.contoh kegiatan luar sekolah seperti mengikuti ekstrakulikuler bela diri (silat,karate,dan taekwondo)saya kira sangat ampuh untuk menyalurkan energi yang berlebih pada diri siswa.,bukan untuk mengajar mereka berkelahi dari pada mereka tawuran alangkah baiknya jika mereka mengikuti kegiatan positif seperti itu.Semakin pintar seseorang berkelahi, semakin ingin mereka menjauhi perkelahian tersebut. Dan saya kira jika anak didik kita sudah pernah belajar beladiri (bukan yang setengah setengah, karna biasanya yang belajar setengah setengah sering membuat ulah) semakin mereka mendalami ilmu bela diri semakin mereka menjauhi perkelahian.seperti ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.Anak didik kita juga jangan mudah terprovokasi mereka harus teliti, mencermati dan menggali setiap informasi yang mereka dengar, dan mereka lihat, sebelum mengambil tindakan terhadap permasalahan tersebut.Sekolah bisa saja membuat aturan aturan khusus kepada siswanya untuk bisa meminimalisir terjadinya ketegangan siswa antar sekolah, Terutama untuk sekolah sekolah yang jaraknya berdekatan.Kita sebagai guru juga perlu melarang atau menegur murid-murid kita yang menongkrok sehabis sekolah karena menoongkrong sehabis pulang sekolah sering menjadi pemicu awal terjadinya pertikaian antar sekolah. Jika suatu kelompok siswa bertemu dengan kelompok siswa dari sekolah lainnya, rentan sekali terjadi gesekan gesekan yang bisa memicu tawuran antar pelajar.menjalin silaturrahmi antar sekolah, bisa dengan cara mengadakan pertandingan pertandingan olah raga antar sekolah. Tetapi perlu menjadi catatan, sangat tidak di anjurkan melakukan pertandingan antar sekolah untuk oleh raga yang bersentuhan langsung dengan para pemainnya, seperti sepak bola contohnya, karna menurut pengalaman, berawal dari cidera pemain yang tersenggol pemain lawan, timbul ap-api dendam dalam diri siswa untuk melanjutkan pertandingan tersebut ke arena tawuran.Mengawasi kendaraan yang digunakan Siswa. Pengalaman kenalpot motor siswa banyak yang suaranya membludak memekakkan dan ketika yang mempunyai motor melewati kawasan siswa dari sekolah lain, sering ada yang tersinggu (padahal sekedar lewat) dan dari sana juga sering timbul pertikain.
3.Sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kuat,tegas dan bijaksana.Dalam arti kuat seorang guru tidak boleh kalah menghadapi atau mendidik murid-muridnya yang berperilaku menyimpang terhadap aturan norma-norma yang berlaku.Jangan menegur dengan kekerasan karna itu tidak akan menyelesaikan masalah tetapi hanya akan menambah permasalah saja.Dalam arti tegas seorang guru harus memberikan aturan yang tegas sehingga murid-muridnya bisa lebih disiplin dan dapat mentaati semua aturan yang ada jika ada yang melanggar aturan tersebut tegurlah dengan baik-baik jika tetap dengan cara menegur belum terjadi perubahan kembalikankah ia kepada orang tuanya selama seminggu supaya mereka bisa berintrospeksi diri dengan apa yang telah mereka perbuat.Dalam arti bijaksana jika kita menghadapi anak didik kita yang terlibat dalam tawuran kita tidak boleh terus menerus menyalahkan mereka toh yang terjadi bukan hanya salah mereka sendiri mungkin karna faktor-faktor keluarga mereka yang kurang harmonis sehingga mereka mencari perhatian dengan cara mereka melakukan hal-hal yang menyimpang atau karna mereka salah bergaul dengan teman-teman yang kurang baik.Guru yang bijaksana akan melakukan pendekatan dengan mereka mencari tahu permasalahan penyebab terjadinya tawuran dan mencari solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada.
4.Tantangan dan dinamika sebagai guru di masa datang
Dimasa yang akan datang tawuran akan semakin merambah luas.Karna kemajuan teknologi dan proses globalisasi yang tidak bisa kita hentikan.Jika kita tidak bisa memilah milih dampak dari globalisasi maka kita dapat terseret arus globalisasi yang kurang baik.Kita juga harus menjadi contoh yang baik bagi murid-murid kita selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa,selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik,selalu berperilaku sebagai pendidik profesional,mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik profesional,mampu menilai kinerja sendiri yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan utuh pendidikan TIK. Kita sebagai pendidik apabila ada permasalahan dalam keluarga, jangan di limpahkan masalah kita di dalam sekolah atau dilimpahkan pada murid-murid kita usahakanlah selalu semangat dan tersenyum di hadapan mereka dan selalu menyemangati mereka agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih baik dari hari ini.Sebagai pendidik kita harus bisa memahami murid-murid kita,melakukan pendekatan kepada mereka sehingga jika mereka mempunyai masalah mereka tidak akan canggung untuk bercerita kepada kita sehingga kita para pendidik bisa menemukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi.Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, agar siswa/i tidak seenaknya keluyuran pada jam – jam pelajaran di luar sekolah.
A. Kompetensi kepribadian
Adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.Dapat dijelaskan bahwa guru:
1. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
2. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik.
3. Selalu berperilaku sebagai pendidik profesional.
4. Mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik profesional.
5. Mampu menilai kinerja sendiri yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan utuh pendidikan TIK.
INDIKATOR 1
a) Selalu legawa apabila menerima kritik dan saran.
b) Konsisten dalam bersikap dan bertindak.
c) Membiasakan diri meletakkan persoalan sesuai dengan tempatnya.
d) Berpakaian yang sopan berwibawa
INDIKATOR 2
a) Memberi teladan yang baik kepada peserta didik
b) Tidak merokok didalam kelas
INDIKATOR 3
a) Tidak membawa permasalahan keluarga dikelas
b) Membiasakan diri selalu berkomitmen terhadap tugas sebagai pendidik.
c) Mengembangkan etos kerja secara bertanggungjawab.
INDIKATOR 4
a) Memanfaatkan berbagai sumber untuk meningkatkan pengetahuan,keterampilan, dan kepribadian.
b) Mengikuti berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan profesi keguruan.
c) Mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan yang menunjang profesi guru.
INDIKATOR 5
a) Mengkaji strategi berfikir reflektif untuk melakukan penilaian kinerja sendiri.
b) Berusaha memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan kinerja sendiri untuk kepentingan pendidikan TIK.
c) Membiasakan diri menilai kinerja sendiri dan melakukan refleksi untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.
B. Kompetensi Pedagogik
Kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.Dapat dijelaskan bahwa seorang guru:
1. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
2. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik.
3. Selalu berperilaku sebagai pendidik profesional.
4. Mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik profesional.
5. Mampu menilai kinerja sendiri yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan utuh pendidikan.
INDIKATOR 1
a) Memilih jenis dan pengajaran yang sesuai dengan materi pelajaran
b) Menjelaskan alasan memilih jenis dan pengajaran.
c) Merencanakan pelajaran, memutuskan kapan dan bagaimana akan digunakan.
INDIKATOR 2
a) Mengkaji teori-teori tentang teknologi informasi dan komunikasi.
b) Melaksanakan bimbingan belajar tentang teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan anak didiknya.
c) Mengembangkan kegiatan praktikum dalam proses pembelajaran.
INDIKATOR 3
a) Mengkaji landasan filosofis yang mendasari pembelajaran di tingkat politeknik. Mengkaji prinsip-prinsip dasar pembelajaran
b) Mengkaji berbagai model pembelajaran yang terpusat pada siswa dan sesuai untuk tingkat politeknik.
c) Mengkaji berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik
INDIKATOR 4
a) Mengembangkan bahan ajar dalam berbagai format yang mengakomodasi perbedaan kebutuhan mahasiswa
b) Mengembangkan berbagai media pembelajaran yang bersumber dari lingkungan yang memicu keterlibatan mahasiswa secara aktif dan menyenangkan
INDIKATOR 5
a) Mengkaji prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran yang mendidik.
b) Menyusun rencana pembelajaran yang mempertimbangkan karakteristik mahasiswa dan mata pelajaran tingkat politeknik untuk mencapai tujuan utuh pendidikan.
C. Kompetensi Profesional
Adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
1. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
2. Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik.
3. Selalu berperilaku sebagai pendidik profesional.
4. Mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik profesional.
5. Mampu menilai kinerja sendiri yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan utuh pendidikan.
INDIKATOR 1
a) Memahami konsep ilmu yang diajarkan
b) Menyiapkan materi ajar dalam kurikulum yang ditetapkan
c) Memahami keterkaitan antar konsep ,materi dan metode pembelajarannya
d) Mendiskripsikan wewenang keilmuan dan batas-batasannya
e) Merelevankan materi ajar dengan kondisi kekinian
INDIKATOR 2
a). menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuandan materi bidang studi.
b). melakukan penelitian tindakan kelas untuk perbaikan secara berkala
c). melaporkan hasil-hasil temuan dalam penelitian yang dilakukan
d). melibatkan peserta didik dalam penelitiannya
e). menyebarluaskan hasil penelitian ke khalayak umum untuk menjadi rekomendasi pembelajaran
D. Kompetensi Sosial
adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua peserta didik, sesama pendidik, dan masyarakat sebagai stakeholders dari layanan ahlinya,berkontribusi terhadap perkembangan pendidikn di sekolah dan masyarakat,berkontribusi terhadap perkembangan pendidikn di tkt lokal, regional, dan nasional serta mampu memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri .
INDIKATOR 1
a) Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik, sesama pendidik, dan masyarakat tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.
b) Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
c) Berkomunikasi melalui publikasi ilmiah kepada sesama pendidik dan komunikasi ilmiah dalam rangka memajukan pembelajaran
INDIKATOR 2
a) Bekerjasama dengan teman sejawat dalam menyelenggarakan berbagai program pendidikan di kampus.
b) Merancang berbagai program untuk mengembangkan pendidikan di kampus dan lingkungan sekitar.
c) Berperan serta dalam penyelenggaraan berbagai program di sekolah dan lingkungannya.
INDIKATOR 3
a) Mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah pendidikan di politeknik pada tataran lokal, regional, dan nasional.
b) Mengembangkan alternatif pemecahan masalah- masalah pendidikan politeknik pada tataran lokal, regional, dan nasional.
c) Merancang program pendidikan politeknik tataran lokal, regional dan nasional.
INDIKATOR 4
a) Mengkaji berbagai perangkat belajar.
b) Mampu mengoperasikan berbagai peralatan pembelajaran untuk berbagai kepentingan peningkatan keprofesionalan.
c) Memanfaatkan pembelajaran untuk berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan profesional
1
Langganan:
Postingan (Atom)